logo
Konflik Manusia dan Gajah Kembali Muncul di Bengkalis, 1 Orang Tewas dan 1 Terlu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 264 Hotspot Terdeteksi di Riau, Indragiri Hilir Tertinggi Dengan 88 Titik Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Apa Kabar Taman Nasional Tesso Nilo? Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Update Cuaca: Hujan Hari Ini Berpotensi Mengguyur 4 Daerah di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Lima Anggota Sindikat MiChat Di Pekanbaru Diringkus, Polsek Sukajadi Buru 4 Pela Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 287 Personel Berjibaku Hari Ketujuh, Karhutla di Desa Terusan Pelalawan Capai 64 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kasus Starlink Mentawai Jadi Alarm, APJII Ingatkan ISP di Riau Jangan Langgar At Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tebang Kayu Buka Kebun Sawit, Dua Pria Dijerat UU Perusakan Hutan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Gedung SMAN 3 Pujud Terbakar, Disdik Riau Pastikan Kegiatan Belajar Tetap Berjalan
Kadisdik Riau Erisman Yahya
Gedung SMAN 3 Pujud Terbakar, Disdik Riau Pastikan Kegiatan Belajar Tetap Berjalan
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 4 April 2026 | 14:17:39

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda gedung kelas jauh SMAN 3 Pujud di Desa Sukajadi, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir. Langkah sigap ini dilakukan guna memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan dan fasilitas pendidikan segera pulih.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, menegaskan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan penanganan pascakejadian.

“Sesuai arahan pimpinan, kami segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk melakukan renovasi terhadap ruang kelas yang terdampak kebakaran. Ini menjadi prioritas agar proses belajar mengajar bisa kembali normal secepatnya,” ujar Erisman. 

iklan-view

Dikutip dari mediacenter riau, Sabtu (4/4/2026), Pemprov Riau memastikan bahwa aktivitas belajar siswa tidak terganggu secara signifikan. Untuk sementara, siswa tetap mengikuti pembelajaran dengan memanfaatkan ruang kelas yang dinilai aman, sementara sebagian lainnya diarahkan belajar di sekolah induk SMAN 3 Pujud.

“Kami pastikan proses belajar tetap berjalan. Siswa menggunakan ruang yang masih layak, dan sebagian dialihkan ke sekolah induk dengan jarak tempuh sekitar 30 menit. Ini langkah sementara sambil menunggu proses perbaikan,” jelasnya.

Erisman juga memastikan bahwa dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Pemerintah, kata dia, berkomitmen untuk menjaga keselamatan serta kelangsungan pendidikan siswa di wilayah tersebut.

Upaya percepatan penanganan ini juga menjadi penting mengingat keberadaan sembilan rombongan belajar di kelas jauh tersebut, serta potensi lonjakan peserta didik baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Pemerintah berupaya agar kapasitas sekolah dapat segera kembali optimal.

Sementara itu, berdasarkan laporan yang diterima, kebakaran pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah yang melihat kobaran api dari arah gudang.

Api kemudian membakar gudang yang berada berdampingan dengan ruang kelas yang sebelumnya merupakan laboratorium IPA dan telah dialihfungsikan menjadi dua ruang belajar. Dampaknya, bangunan mengalami kerusakan cukup signifikan, dengan dinding retak, plafon roboh, serta sejumlah fasilitas seperti meja, kursi, jendela, dan perlengkapan sekolah lainnya ikut terbakar.

Meski demikian, api berhasil dipadamkan dan situasi kini telah terkendali. Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus melakukan pendataan serta pengamanan di lokasi kejadian, sembari mempercepat langkah pemulihan agar kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan normal. (mcr)

Home / News
Gedung SMAN 3 Pujud Terbakar, Disdik Riau Pastikan Kegiatan Belajar Tetap Berjalan
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 4 April 2026 | 14:17:39
Gedung SMAN 3 Pujud Terbakar, Disdik Riau Pastikan Kegiatan Belajar Tetap Berjalan
Kadisdik Riau Erisman Yahya

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda gedung kelas jauh SMAN 3 Pujud di Desa Sukajadi, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir. Langkah sigap ini dilakukan guna memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan dan fasilitas pendidikan segera pulih.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, menegaskan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan penanganan pascakejadian.

“Sesuai arahan pimpinan, kami segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk melakukan renovasi terhadap ruang kelas yang terdampak kebakaran. Ini menjadi prioritas agar proses belajar mengajar bisa kembali normal secepatnya,” ujar Erisman. 

Dikutip dari mediacenter riau, Sabtu (4/4/2026), Pemprov Riau memastikan bahwa aktivitas belajar siswa tidak terganggu secara signifikan. Untuk sementara, siswa tetap mengikuti pembelajaran dengan memanfaatkan ruang kelas yang dinilai aman, sementara sebagian lainnya diarahkan belajar di sekolah induk SMAN 3 Pujud.

“Kami pastikan proses belajar tetap berjalan. Siswa menggunakan ruang yang masih layak, dan sebagian dialihkan ke sekolah induk dengan jarak tempuh sekitar 30 menit. Ini langkah sementara sambil menunggu proses perbaikan,” jelasnya.

Erisman juga memastikan bahwa dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Pemerintah, kata dia, berkomitmen untuk menjaga keselamatan serta kelangsungan pendidikan siswa di wilayah tersebut.

Upaya percepatan penanganan ini juga menjadi penting mengingat keberadaan sembilan rombongan belajar di kelas jauh tersebut, serta potensi lonjakan peserta didik baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Pemerintah berupaya agar kapasitas sekolah dapat segera kembali optimal.

Sementara itu, berdasarkan laporan yang diterima, kebakaran pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah yang melihat kobaran api dari arah gudang.

Api kemudian membakar gudang yang berada berdampingan dengan ruang kelas yang sebelumnya merupakan laboratorium IPA dan telah dialihfungsikan menjadi dua ruang belajar. Dampaknya, bangunan mengalami kerusakan cukup signifikan, dengan dinding retak, plafon roboh, serta sejumlah fasilitas seperti meja, kursi, jendela, dan perlengkapan sekolah lainnya ikut terbakar.

Meski demikian, api berhasil dipadamkan dan situasi kini telah terkendali. Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus melakukan pendataan serta pengamanan di lokasi kejadian, sembari mempercepat langkah pemulihan agar kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan normal. (mcr)