logo
Banjir Dahsyat Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Sedikitnya 97 Tewas dan 384 Wisat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Nyaris Stagnan di Rp17.725 per Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Ketua The F Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 549 Warga Pelalawan Terserang ISPA, Kabut Asap Karhutla Mulai Mengancam Kesehata Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jelang Aksi 27 Agustus: Polri Perketat Jalur Masuk Jakarta, Massa dari Sumatera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabut Asap Mulai Selimuti Rohil, Tiga Hotspot Terdeteksi, Pemerintah Diminta Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 37 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla di Riau, Polda: Semuanya Pelaku Pero Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puluhan Tahun Dinanti, Jalan Poros Kuba Rusak Parah, Warga Tagih Keseriusan Peme Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Gulung Sindikat Curanmor Lintas Provinsi: 6 Tersangka Ditangkap, 44 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Tabrakan Maut di Siak II Pekanbaru, Sopir Maxim Tewas, Bus Diduga Salip Tanpa Ruang
Mobil Bus Pelangi nomor polisi AA 7243 OD yang bertabrakan dengan Daihatsu Sirion BM 1529 JR. (Foto: Rico Syahputra)
Tabrakan Maut di Siak II Pekanbaru, Sopir Maxim Tewas, Bus Diduga Salip Tanpa Ruang
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 6 April 2026 | 11:25:53

PEKANBARU – Kecelakaan lalu lintas berat terjadi di Jalan Yos Sudarso (Siak II), tepatnya di depan CV Sinar Menuju Sukses, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 20.50 WIB. Insiden ini melibatkan satu unit bus dan mobil pribadi, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka ringan.

Kecelakaan tersebut melibatkan Mobil Mercedes Benz Bus Pelangi nomor polisi AA 7243 OD dengan Mobil Daihatsu Sirion BM 1529 JR. Benturan keras terjadi saat kedua kendaraan datang dari arah berlawanan.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Candra Cindunata (38), pengemudi Daihatsu Sirion yang bekerja sebagai driver Maxim. Ia mengalami luka serius di bagian wajah dan kepala, dan dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

iklan-view

Sementara itu, penumpangnya, M. Azka (14), mengalami luka ringan berupa lecet di bagian bahu, telinga, dan lutut, dan saat ini masih menjalani perawatan medis.

Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio B W Wicaksana, mengatakan kecelakaan diduga terjadi akibat kendaraan bus yang mencoba mendahului tanpa ruang gerak yang cukup.

“Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, diduga kendaraan bus saat mendahului kendaraan di depannya mengambil jalur terlalu ke kanan, sehingga bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan,” ujar AKP Satrio.

Ia menambahkan, kondisi cuaca saat kejadian sedang hujan dengan arus lalu lintas dalam kondisi sedang, yang turut memengaruhi jarak pandang pengemudi.

“Faktor cuaca hujan dan kondisi jalan dua arah juga menjadi perhatian dalam kejadian ini. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mencari keberadaan pengemudi bus yang saat ini belum ditemukan,” tambahnya.

Akibat kecelakaan tersebut, kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan dengan total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp10 juta. (ric)

Home / Hukum
Tabrakan Maut di Siak II Pekanbaru, Sopir Maxim Tewas, Bus Diduga Salip Tanpa Ruang
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 6 April 2026 | 11:25:53
Tabrakan Maut di Siak II Pekanbaru, Sopir Maxim Tewas, Bus Diduga Salip Tanpa Ruang
Mobil Bus Pelangi nomor polisi AA 7243 OD yang bertabrakan dengan Daihatsu Sirion BM 1529 JR. (Foto: Rico Syahputra)

PEKANBARU – Kecelakaan lalu lintas berat terjadi di Jalan Yos Sudarso (Siak II), tepatnya di depan CV Sinar Menuju Sukses, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 20.50 WIB. Insiden ini melibatkan satu unit bus dan mobil pribadi, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka ringan.

Kecelakaan tersebut melibatkan Mobil Mercedes Benz Bus Pelangi nomor polisi AA 7243 OD dengan Mobil Daihatsu Sirion BM 1529 JR. Benturan keras terjadi saat kedua kendaraan datang dari arah berlawanan.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Candra Cindunata (38), pengemudi Daihatsu Sirion yang bekerja sebagai driver Maxim. Ia mengalami luka serius di bagian wajah dan kepala, dan dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Sementara itu, penumpangnya, M. Azka (14), mengalami luka ringan berupa lecet di bagian bahu, telinga, dan lutut, dan saat ini masih menjalani perawatan medis.

Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio B W Wicaksana, mengatakan kecelakaan diduga terjadi akibat kendaraan bus yang mencoba mendahului tanpa ruang gerak yang cukup.

“Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, diduga kendaraan bus saat mendahului kendaraan di depannya mengambil jalur terlalu ke kanan, sehingga bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan,” ujar AKP Satrio.

Ia menambahkan, kondisi cuaca saat kejadian sedang hujan dengan arus lalu lintas dalam kondisi sedang, yang turut memengaruhi jarak pandang pengemudi.

“Faktor cuaca hujan dan kondisi jalan dua arah juga menjadi perhatian dalam kejadian ini. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mencari keberadaan pengemudi bus yang saat ini belum ditemukan,” tambahnya.

Akibat kecelakaan tersebut, kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan dengan total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp10 juta. (ric)