logo
● Penampungan Solar Ilegal di Kampar Digerebek Polda, Sempat Dihalangi Warga Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SF Hariyanto Raih Gelar ASEAN Engineer, Cetak Prestasi Bersejarah bagi Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kasus Sabu 46,93 Kg di Pekanbaru: Oknum TNI Ditahan Pomdam dan Terancam Dipecat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Lapas Bagansiapiapi Gagalkan Penyelundupan Liquid Vape Diduga Narkotika dalam Bo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pelajar 14 Tahun Tewas Tabrak Truk Parkir di Jalan SM Amin Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pekanbarutv.com dan UIN Suska Riau Jalin Kerja Sama Tingkatkan Mutu Pendidikan, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Gagalkan Peredaran 46,9 Kg Sabu, Tersangka Babinsa dan Warga Sipil Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Direktur Toba Pulp Lestari Anwar Lawden Tersangka Dugaan Korupsi Rp 2 Triliun Tr Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Tabrakan Maut di Siak II Pekanbaru, Sopir Maxim Tewas, Bus Diduga Salip Tanpa Ruang
Mobil Bus Pelangi nomor polisi AA 7243 OD yang bertabrakan dengan Daihatsu Sirion BM 1529 JR. (Foto: Rico Syahputra)
Tabrakan Maut di Siak II Pekanbaru, Sopir Maxim Tewas, Bus Diduga Salip Tanpa Ruang
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 6 April 2026 | 11:25:53

PEKANBARU – Kecelakaan lalu lintas berat terjadi di Jalan Yos Sudarso (Siak II), tepatnya di depan CV Sinar Menuju Sukses, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 20.50 WIB. Insiden ini melibatkan satu unit bus dan mobil pribadi, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka ringan.

Kecelakaan tersebut melibatkan Mobil Mercedes Benz Bus Pelangi nomor polisi AA 7243 OD dengan Mobil Daihatsu Sirion BM 1529 JR. Benturan keras terjadi saat kedua kendaraan datang dari arah berlawanan.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Candra Cindunata (38), pengemudi Daihatsu Sirion yang bekerja sebagai driver Maxim. Ia mengalami luka serius di bagian wajah dan kepala, dan dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

iklan-view

Sementara itu, penumpangnya, M. Azka (14), mengalami luka ringan berupa lecet di bagian bahu, telinga, dan lutut, dan saat ini masih menjalani perawatan medis.

Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio B W Wicaksana, mengatakan kecelakaan diduga terjadi akibat kendaraan bus yang mencoba mendahului tanpa ruang gerak yang cukup.

“Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, diduga kendaraan bus saat mendahului kendaraan di depannya mengambil jalur terlalu ke kanan, sehingga bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan,” ujar AKP Satrio.

Ia menambahkan, kondisi cuaca saat kejadian sedang hujan dengan arus lalu lintas dalam kondisi sedang, yang turut memengaruhi jarak pandang pengemudi.

“Faktor cuaca hujan dan kondisi jalan dua arah juga menjadi perhatian dalam kejadian ini. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mencari keberadaan pengemudi bus yang saat ini belum ditemukan,” tambahnya.

Akibat kecelakaan tersebut, kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan dengan total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp10 juta. (ric)

Home / Hukum
Tabrakan Maut di Siak II Pekanbaru, Sopir Maxim Tewas, Bus Diduga Salip Tanpa Ruang
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 6 April 2026 | 11:25:53
Tabrakan Maut di Siak II Pekanbaru, Sopir Maxim Tewas, Bus Diduga Salip Tanpa Ruang
Mobil Bus Pelangi nomor polisi AA 7243 OD yang bertabrakan dengan Daihatsu Sirion BM 1529 JR. (Foto: Rico Syahputra)

PEKANBARU – Kecelakaan lalu lintas berat terjadi di Jalan Yos Sudarso (Siak II), tepatnya di depan CV Sinar Menuju Sukses, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 20.50 WIB. Insiden ini melibatkan satu unit bus dan mobil pribadi, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka ringan.

Kecelakaan tersebut melibatkan Mobil Mercedes Benz Bus Pelangi nomor polisi AA 7243 OD dengan Mobil Daihatsu Sirion BM 1529 JR. Benturan keras terjadi saat kedua kendaraan datang dari arah berlawanan.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Candra Cindunata (38), pengemudi Daihatsu Sirion yang bekerja sebagai driver Maxim. Ia mengalami luka serius di bagian wajah dan kepala, dan dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Sementara itu, penumpangnya, M. Azka (14), mengalami luka ringan berupa lecet di bagian bahu, telinga, dan lutut, dan saat ini masih menjalani perawatan medis.

Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio B W Wicaksana, mengatakan kecelakaan diduga terjadi akibat kendaraan bus yang mencoba mendahului tanpa ruang gerak yang cukup.

“Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, diduga kendaraan bus saat mendahului kendaraan di depannya mengambil jalur terlalu ke kanan, sehingga bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan,” ujar AKP Satrio.

Ia menambahkan, kondisi cuaca saat kejadian sedang hujan dengan arus lalu lintas dalam kondisi sedang, yang turut memengaruhi jarak pandang pengemudi.

“Faktor cuaca hujan dan kondisi jalan dua arah juga menjadi perhatian dalam kejadian ini. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mencari keberadaan pengemudi bus yang saat ini belum ditemukan,” tambahnya.

Akibat kecelakaan tersebut, kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan dengan total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp10 juta. (ric)