logo
Banjir Dahsyat Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Sedikitnya 97 Tewas dan 384 Wisat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Nyaris Stagnan di Rp17.725 per Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Ketua The F Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 549 Warga Pelalawan Terserang ISPA, Kabut Asap Karhutla Mulai Mengancam Kesehata Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jelang Aksi 27 Agustus: Polri Perketat Jalur Masuk Jakarta, Massa dari Sumatera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabut Asap Mulai Selimuti Rohil, Tiga Hotspot Terdeteksi, Pemerintah Diminta Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 37 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla di Riau, Polda: Semuanya Pelaku Pero Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puluhan Tahun Dinanti, Jalan Poros Kuba Rusak Parah, Warga Tagih Keseriusan Peme Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Gulung Sindikat Curanmor Lintas Provinsi: 6 Tersangka Ditangkap, 44 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Terjun ke Laut dari Kapal Dumai Line, Seorang Pria Muda Hilang di Perairan Selat Meranti
Tim Rescuer Unit Siaga SAR Meranti melakukan pencarian seorang pria muda yang terjun dari kapal di Selat Meranti. (Foto: MCR)
Terjun ke Laut dari Kapal Dumai Line, Seorang Pria Muda Hilang di Perairan Selat Meranti
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: hukum | 12 April 2026 | 09:32:36

PEKANBARU - Tim Basarnas Pekanbaru kembali mendapatkan laporan adanya kondisi membahayakan manusia, berupa seorang pria hilang setelah melompat dari kapal Dumai Line di Perairan Selat Meranti, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Insinden ini terjadi pada Sabtu (10/4/2026). Korban diketahui bernama Nasri berusia 32 tahun yang merupakan warga Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi mengatakan, bahwa pada Sabtu sekitar pukul 16.30 WIB pihaknya mendapatkan laporan dari pihak Kapten Kapal Dumai Line bahwa ada orang yang diduga melompat dari kapal. 

iklan-view

“Kami mendapatkan laporan adanya orang yang diduga melompat dari kapal Dumai Line, yang berangkat dari pelabuhan Tanjung Buton menuju Tanjung Balai Karimun Kepulauan Riau,” katanya seperti dikutip mediacenter riau.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung memberangkatkan Rescuer Unit Siaga SAR Meranti sebanyak 7 orang menuju lokasi, dengan jarak 12 Nm Heading 111 derajat.

“Kami langsung memberangkatkan tim SAR sebanyak 7 orang yang juga dilengkapi dengan peralatan rescue,” sebutnya.

Setelah tiba di lokasi, tim langsung melakukan pencarian. Namun, hingga malam ini, korban belum kunjung ditemukan dan pencarian akan dilanjutkan esok hari. 

“Apabila korban ditemukan akan diserahkan ke Rumah Sakit atau Puskesmas terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Kami juga menghimbau masyarakat yang terlibat tetap memperhatikan keselamatannya,” tutupnya. (mcr)

Home / Hukum
Terjun ke Laut dari Kapal Dumai Line, Seorang Pria Muda Hilang di Perairan Selat Meranti
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: hukum | 12 April 2026 | 09:32:36
Terjun ke Laut dari Kapal Dumai Line, Seorang Pria Muda Hilang di Perairan Selat Meranti
Tim Rescuer Unit Siaga SAR Meranti melakukan pencarian seorang pria muda yang terjun dari kapal di Selat Meranti. (Foto: MCR)

PEKANBARU - Tim Basarnas Pekanbaru kembali mendapatkan laporan adanya kondisi membahayakan manusia, berupa seorang pria hilang setelah melompat dari kapal Dumai Line di Perairan Selat Meranti, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Insinden ini terjadi pada Sabtu (10/4/2026). Korban diketahui bernama Nasri berusia 32 tahun yang merupakan warga Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi mengatakan, bahwa pada Sabtu sekitar pukul 16.30 WIB pihaknya mendapatkan laporan dari pihak Kapten Kapal Dumai Line bahwa ada orang yang diduga melompat dari kapal. 

“Kami mendapatkan laporan adanya orang yang diduga melompat dari kapal Dumai Line, yang berangkat dari pelabuhan Tanjung Buton menuju Tanjung Balai Karimun Kepulauan Riau,” katanya seperti dikutip mediacenter riau.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung memberangkatkan Rescuer Unit Siaga SAR Meranti sebanyak 7 orang menuju lokasi, dengan jarak 12 Nm Heading 111 derajat.

“Kami langsung memberangkatkan tim SAR sebanyak 7 orang yang juga dilengkapi dengan peralatan rescue,” sebutnya.

Setelah tiba di lokasi, tim langsung melakukan pencarian. Namun, hingga malam ini, korban belum kunjung ditemukan dan pencarian akan dilanjutkan esok hari. 

“Apabila korban ditemukan akan diserahkan ke Rumah Sakit atau Puskesmas terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Kami juga menghimbau masyarakat yang terlibat tetap memperhatikan keselamatannya,” tutupnya. (mcr)