logo
Banjir Dahsyat Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Sedikitnya 97 Tewas dan 384 Wisat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Nyaris Stagnan di Rp17.725 per Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Ketua The F Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 549 Warga Pelalawan Terserang ISPA, Kabut Asap Karhutla Mulai Mengancam Kesehata Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jelang Aksi 27 Agustus: Polri Perketat Jalur Masuk Jakarta, Massa dari Sumatera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabut Asap Mulai Selimuti Rohil, Tiga Hotspot Terdeteksi, Pemerintah Diminta Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 37 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla di Riau, Polda: Semuanya Pelaku Pero Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puluhan Tahun Dinanti, Jalan Poros Kuba Rusak Parah, Warga Tagih Keseriusan Peme Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Gulung Sindikat Curanmor Lintas Provinsi: 6 Tersangka Ditangkap, 44 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / PEKANBARU
Makam Pelajar Pekanbaru yang Tewas Usai Berkelahi Dibongkar, Polisi Temukan Cedera Kepala dan Leher
Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Riau AKBP Abdullah Hariri.
Makam Pelajar Pekanbaru yang Tewas Usai Berkelahi Dibongkar, Polisi Temukan Cedera Kepala dan Leher
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: hukum | 6 Agustus 2026 | 13:37:40

PEKANBARU - Penyidik Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau akhirnya membongkar makam Muhammad Fahri, pelajar yang meninggal dunia setelah diduga terlibat perkelahian dengan sesama pelajar di Kota Pekanbaru.

Ekshumasi dilakukan bersama tim dokter forensik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Riau pada Kamis (6/8/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian Fahri, sekaligus mengungkap apakah cedera yang dialaminya berkaitan dengan perkelahian sebelum korban meninggal.

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Riau AKBP Abdullah Hariri mengatakan ekshumasi merupakan tindak lanjut atas laporan keluarga korban yang meminta penyebab kematian Fahri diungkap melalui pemeriksaan forensik.

iklan-view

"Pada hari ini kita melaksanakan kegiatan ekshumasi ataupun otopsi terhadap jenazah atas nama almarhum Fahri," kata Akbp Abdullah kepada wartawan di lokasi pemakaman, Kamis (6/8/2026).

Dalam laporan keluarga, Fahri disebut terlibat perkelahian dengan seorang pelajar berinisial B pada Minggu (12/7/2026). Setelah kejadian, kondisi Fahri memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Selasa (14/7/2026).

Sebelum meninggal, Fahri sempat menceritakan kepada keluarganya bahwa dirinya terlibat perkelahian dengan B.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan setelah keluarga melaporkan dugaan tindak pidana tersebut ke Polda Riau.

AKBP Abdullah mengungkapkan, sebelum meninggal, Fahri sempat mengeluhkan sakit di sekujur tubuh. Pada malam harinya, keluarga mendapati urine korban berwarna hitam sehingga Fahri dibawa ke Rumah Sakit Aulia.

Di rumah sakit, Fahri menjalani pemeriksaan CT scan. Hasil pemeriksaan medis saat itu menunjukkan adanya dugaan memar pada bagian kepala dan kerusakan pada bagian leher.

"Pada saat di Rumah Sakit Aulia dilakukan CT scan, terdapat dugaan ataupun gejala memar di kepala dan juga ada kerusakan di bagian leher," ujarnya.

Temuan tersebut kembali diperiksa melalui ekshumasi dan autopsi. Polisi menyebut hasil lengkap pemeriksaan forensik masih menunggu analisis lebih lanjut.

Namun, pemeriksaan sementara menguatkan adanya cedera pada bagian kepala dan leher korban.

"Secara singkat kita bisa konfirmasi bahwa dari hasil pemeriksaan medis sebelumnya, memang ada cedera di kepala dan di lehernya," kata AKBP Abdullah.

Hasil autopsi nantinya menjadi salah satu bagian penting dalam penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian Fahri.

Hingga ekshumasi dilakukan, polisi belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.

AKBP Abdullah mengatakan penyidik masih berada pada tahap penyelidikan. Dua orang dari pihak keluarga, yakni kakak dan abang ipar korban, telah diperiksa sebagai saksi.

Penyidik juga telah mengantongi identitas pelajar yang dilaporkan keluarga serta seorang saksi kunci. Keduanya akan dipanggil untuk diperiksa pekan depan.

"Belum ada tersangka. Kami baru serangkaian penyelidikan. Sudah kami ambil keterangan dua orang dari pihak keluarga. Untuk terlapurnya inisialnya sudah ada dan saksi kunci juga sudah kami dapat," jelasnya.

Polisi juga belum dapat memastikan motif perkelahian yang berujung pada kematian Fahri.

"Motif belum tahu kita," ucap Akbp Abdullah.

Sementara berdasarkan keterangan Fahri kepada keluarganya sebelum meninggal, polisi untuk sementara menduga peristiwa tersebut merupakan perkelahian satu lawan satu, bukan pengeroyokan.

"Kalau sementara ini baru keterangan dari korban satu lawan satu," ujarnya.

Adapun pelajar berinisial B yang dilaporkan keluarga diketahui masih berstatus sebagai pelajar dan berusia di bawah umur.

"Inisial B. Masih pelajar juga, di bawah umur," pungkasnya.

Polisi kini menunggu hasil pemeriksaan forensik serta pemeriksaan terhadap terlapor dan saksi kunci untuk menentukan rangkaian peristiwa yang menyebabkan Fahri mengalami cedera hingga meninggal dunia. (ric)

Home / Hukum
Makam Pelajar Pekanbaru yang Tewas Usai Berkelahi Dibongkar, Polisi Temukan Cedera Kepala dan Leher
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: hukum | 6 Agustus 2026 | 13:37:40
Makam Pelajar Pekanbaru yang Tewas Usai Berkelahi Dibongkar, Polisi Temukan Cedera Kepala dan Leher
Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Riau AKBP Abdullah Hariri.

PEKANBARU - Penyidik Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau akhirnya membongkar makam Muhammad Fahri, pelajar yang meninggal dunia setelah diduga terlibat perkelahian dengan sesama pelajar di Kota Pekanbaru.

Ekshumasi dilakukan bersama tim dokter forensik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Riau pada Kamis (6/8/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian Fahri, sekaligus mengungkap apakah cedera yang dialaminya berkaitan dengan perkelahian sebelum korban meninggal.

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Riau AKBP Abdullah Hariri mengatakan ekshumasi merupakan tindak lanjut atas laporan keluarga korban yang meminta penyebab kematian Fahri diungkap melalui pemeriksaan forensik.

"Pada hari ini kita melaksanakan kegiatan ekshumasi ataupun otopsi terhadap jenazah atas nama almarhum Fahri," kata Akbp Abdullah kepada wartawan di lokasi pemakaman, Kamis (6/8/2026).

Dalam laporan keluarga, Fahri disebut terlibat perkelahian dengan seorang pelajar berinisial B pada Minggu (12/7/2026). Setelah kejadian, kondisi Fahri memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Selasa (14/7/2026).

Sebelum meninggal, Fahri sempat menceritakan kepada keluarganya bahwa dirinya terlibat perkelahian dengan B.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan setelah keluarga melaporkan dugaan tindak pidana tersebut ke Polda Riau.

AKBP Abdullah mengungkapkan, sebelum meninggal, Fahri sempat mengeluhkan sakit di sekujur tubuh. Pada malam harinya, keluarga mendapati urine korban berwarna hitam sehingga Fahri dibawa ke Rumah Sakit Aulia.

Di rumah sakit, Fahri menjalani pemeriksaan CT scan. Hasil pemeriksaan medis saat itu menunjukkan adanya dugaan memar pada bagian kepala dan kerusakan pada bagian leher.

"Pada saat di Rumah Sakit Aulia dilakukan CT scan, terdapat dugaan ataupun gejala memar di kepala dan juga ada kerusakan di bagian leher," ujarnya.

Temuan tersebut kembali diperiksa melalui ekshumasi dan autopsi. Polisi menyebut hasil lengkap pemeriksaan forensik masih menunggu analisis lebih lanjut.

Namun, pemeriksaan sementara menguatkan adanya cedera pada bagian kepala dan leher korban.

"Secara singkat kita bisa konfirmasi bahwa dari hasil pemeriksaan medis sebelumnya, memang ada cedera di kepala dan di lehernya," kata AKBP Abdullah.

Hasil autopsi nantinya menjadi salah satu bagian penting dalam penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian Fahri.

Hingga ekshumasi dilakukan, polisi belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.

AKBP Abdullah mengatakan penyidik masih berada pada tahap penyelidikan. Dua orang dari pihak keluarga, yakni kakak dan abang ipar korban, telah diperiksa sebagai saksi.

Penyidik juga telah mengantongi identitas pelajar yang dilaporkan keluarga serta seorang saksi kunci. Keduanya akan dipanggil untuk diperiksa pekan depan.

"Belum ada tersangka. Kami baru serangkaian penyelidikan. Sudah kami ambil keterangan dua orang dari pihak keluarga. Untuk terlapurnya inisialnya sudah ada dan saksi kunci juga sudah kami dapat," jelasnya.

Polisi juga belum dapat memastikan motif perkelahian yang berujung pada kematian Fahri.

"Motif belum tahu kita," ucap Akbp Abdullah.

Sementara berdasarkan keterangan Fahri kepada keluarganya sebelum meninggal, polisi untuk sementara menduga peristiwa tersebut merupakan perkelahian satu lawan satu, bukan pengeroyokan.

"Kalau sementara ini baru keterangan dari korban satu lawan satu," ujarnya.

Adapun pelajar berinisial B yang dilaporkan keluarga diketahui masih berstatus sebagai pelajar dan berusia di bawah umur.

"Inisial B. Masih pelajar juga, di bawah umur," pungkasnya.

Polisi kini menunggu hasil pemeriksaan forensik serta pemeriksaan terhadap terlapor dan saksi kunci untuk menentukan rangkaian peristiwa yang menyebabkan Fahri mengalami cedera hingga meninggal dunia. (ric)