logo
Banjir Dahsyat Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Sedikitnya 97 Tewas dan 384 Wisat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Nyaris Stagnan di Rp17.725 per Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Ketua The F Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 549 Warga Pelalawan Terserang ISPA, Kabut Asap Karhutla Mulai Mengancam Kesehata Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jelang Aksi 27 Agustus: Polri Perketat Jalur Masuk Jakarta, Massa dari Sumatera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabut Asap Mulai Selimuti Rohil, Tiga Hotspot Terdeteksi, Pemerintah Diminta Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 37 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla di Riau, Polda: Semuanya Pelaku Pero Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puluhan Tahun Dinanti, Jalan Poros Kuba Rusak Parah, Warga Tagih Keseriusan Peme Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Gulung Sindikat Curanmor Lintas Provinsi: 6 Tersangka Ditangkap, 44 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / PEKANBARU
Perempuan 55 Tahun Bersimbah Darah Dibacok Mantan Suami, Polsek Bina Widya Amankan Pelaku
TKP pembacokan yang dilakukan pelaku terhadap korban yang juga mantan isterinya. (Foto: Rico)
Perempuan 55 Tahun Bersimbah Darah Dibacok Mantan Suami, Polsek Bina Widya Amankan Pelaku
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: hukum | 7 Agustus 2026 | 16:59:36

PEKANBARU - Seorang perempuan berinisial R (55) ditemukan bersimbah darah di dalam kamar rumahnya di Jalan Surya Nomor 1, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (7/8/2026).

R diduga menjadi korban pembacokan yang dilakukan mantan suaminya, M (64). Pelaku disebut masih tinggal di alamat yang sama dengan korban.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, dua saksi yang berada di kamar mendengar pintu kamar mereka digedor-gedor. Mereka juga mendengar pelaku berteriak memanggil.

iklan-view

Kedua saksi kemudian membuka pintu kamar. Namun, pelaku sudah tidak berada di depan kamar. Mereka justru melihat pintu kamar korban dalam kondisi terbuka dan menemukan sebilah parang tergeletak di lantai.

Keduanya kemudian memeriksa kamar korban. Saat itulah R ditemukan tergeletak di lantai dalam kondisi bersimbah darah.

Salah satu saksi kemudian menghubungi seorang warga untuk meminta pertolongan. Warga tersebut datang ke lokasi dan melihat M masih duduk di depan rumah korban.

Warga kemudian mengamankan M. Saat ditanya, M mengakui telah membacok R.

"Pelaku mengakui perbuatannya telah membacok korban," kata Kanit Reskrim Polsek Binawidya, Ipda Martin Luther, Jumat (7/8/2026) sore.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada ketua RT dan Bhabinkamtibmas. Polisi dari Polsek Binawidya selanjutnya mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku serta tempat kejadian perkara.

Tim Inafis Polresta Pekanbaru kemudian melakukan olah TKP. Dari lokasi, polisi mengamankan satu bilah parang yang diduga digunakan dalam aksi pembacokan.

R selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Polisi masih menyelidiki motif pembacokan tersebut. Berdasarkan informasi awal, M diketahui memiliki sifat temperamental. "Motifnya masih dalam penyelidikan," ujar Martin.

M kini diamankan di Polsek Binawidya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian dan hubungan antara M dengan R sebelum peristiwa berdarah tersebut terjadi. (ric)

Home / Hukum
Perempuan 55 Tahun Bersimbah Darah Dibacok Mantan Suami, Polsek Bina Widya Amankan Pelaku
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: hukum | 7 Agustus 2026 | 16:59:36
Perempuan 55 Tahun Bersimbah Darah Dibacok Mantan Suami, Polsek Bina Widya Amankan Pelaku
TKP pembacokan yang dilakukan pelaku terhadap korban yang juga mantan isterinya. (Foto: Rico)

PEKANBARU - Seorang perempuan berinisial R (55) ditemukan bersimbah darah di dalam kamar rumahnya di Jalan Surya Nomor 1, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (7/8/2026).

R diduga menjadi korban pembacokan yang dilakukan mantan suaminya, M (64). Pelaku disebut masih tinggal di alamat yang sama dengan korban.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, dua saksi yang berada di kamar mendengar pintu kamar mereka digedor-gedor. Mereka juga mendengar pelaku berteriak memanggil.

Kedua saksi kemudian membuka pintu kamar. Namun, pelaku sudah tidak berada di depan kamar. Mereka justru melihat pintu kamar korban dalam kondisi terbuka dan menemukan sebilah parang tergeletak di lantai.

Keduanya kemudian memeriksa kamar korban. Saat itulah R ditemukan tergeletak di lantai dalam kondisi bersimbah darah.

Salah satu saksi kemudian menghubungi seorang warga untuk meminta pertolongan. Warga tersebut datang ke lokasi dan melihat M masih duduk di depan rumah korban.

Warga kemudian mengamankan M. Saat ditanya, M mengakui telah membacok R.

"Pelaku mengakui perbuatannya telah membacok korban," kata Kanit Reskrim Polsek Binawidya, Ipda Martin Luther, Jumat (7/8/2026) sore.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada ketua RT dan Bhabinkamtibmas. Polisi dari Polsek Binawidya selanjutnya mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku serta tempat kejadian perkara.

Tim Inafis Polresta Pekanbaru kemudian melakukan olah TKP. Dari lokasi, polisi mengamankan satu bilah parang yang diduga digunakan dalam aksi pembacokan.

R selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Polisi masih menyelidiki motif pembacokan tersebut. Berdasarkan informasi awal, M diketahui memiliki sifat temperamental. "Motifnya masih dalam penyelidikan," ujar Martin.

M kini diamankan di Polsek Binawidya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian dan hubungan antara M dengan R sebelum peristiwa berdarah tersebut terjadi. (ric)