logo
● Penampungan Solar Ilegal di Kampar Digerebek Polda, Sempat Dihalangi Warga Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SF Hariyanto Raih Gelar ASEAN Engineer, Cetak Prestasi Bersejarah bagi Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kasus Sabu 46,93 Kg di Pekanbaru: Oknum TNI Ditahan Pomdam dan Terancam Dipecat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Lapas Bagansiapiapi Gagalkan Penyelundupan Liquid Vape Diduga Narkotika dalam Bo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pelajar 14 Tahun Tewas Tabrak Truk Parkir di Jalan SM Amin Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pekanbarutv.com dan UIN Suska Riau Jalin Kerja Sama Tingkatkan Mutu Pendidikan, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Gagalkan Peredaran 46,9 Kg Sabu, Tersangka Babinsa dan Warga Sipil Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Direktur Toba Pulp Lestari Anwar Lawden Tersangka Dugaan Korupsi Rp 2 Triliun Tr Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Respons Cepat 110, Pencarian Korban Terseret Banjir di Pekanbaru Berakhir Duka
Kapolsek Bukit Raya, Kompol Hendrix, menjelaskan peristiwa terseret arus banjir di kawasan Jalan Garuda, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Sabtu (11/4/2026). (Foto: Rico Syahputra)
Respons Cepat 110, Pencarian Korban Terseret Banjir di Pekanbaru Berakhir Duka
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 11 April 2026 | 15:57:27

PEKANBARU — Seorang pria bernama Hariyadi Garsidi (35) ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus banjir di kawasan Jalan Garuda, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Sabtu (11/4/2026).

Kapolsek Bukit Raya, Kompol Hendrix, mengatakan peristiwa itu bermula dari laporan masyarakat melalui call center 110 yang diterima sekitar pukul 01.30 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian langsung menuju lokasi kejadian bersama tim terkait, termasuk Basarnas.

“Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV, korban melintas menggunakan sepeda motor di kawasan Jalan Garuda, kemudian terseret arus yang sangat deras,” ujar Hendrix.

iklan-view

Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dari derasnya arus. Namun, kondisi air yang tinggi dan arus yang kuat membuat korban tidak mampu bertahan hingga akhirnya hanyut.

Tim gabungan dari kepolisian dan Basarnas langsung melakukan pencarian sejak dini hari. Namun hingga pagi hari, korban belum ditemukan.

Sekitar pukul 10.00 WIB, saat kondisi air mulai surut, tim menemukan sepeda motor milik korban di sekitar lokasi kejadian. Dari temuan tersebut, petugas kemudian mengidentifikasi korban sebagai karyawan PT Palpindo Teknik Pratama yang berdomisili tidak jauh dari tempat kejadian.

Pencarian terus dilanjutkan hingga akhirnya korban ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB di aliran sungai, dalam kondisi tersangkut di semak belukar. Saat ditemukan, korban diduga sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Korban ditemukan dalam radius sekitar 4,5 kilometer dari titik awal terseret. Proses pencarian berlangsung kurang lebih sembilan jam,” kata Hendrix.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan visum luar. Pihak kepolisian juga sempat berkoordinasi dengan keluarga terkait kemungkinan autopsi.

Namun, keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi. Setelah proses visum luar selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Atas kejadian tersebut, kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi banjir.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tetap waspada saat banjir, mengingat arus air bisa sangat berbahaya,” ujar Hendrix. (ric)

Home / Hukum
Respons Cepat 110, Pencarian Korban Terseret Banjir di Pekanbaru Berakhir Duka
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 11 April 2026 | 15:57:27
Respons Cepat 110, Pencarian Korban Terseret Banjir di Pekanbaru Berakhir Duka
Kapolsek Bukit Raya, Kompol Hendrix, menjelaskan peristiwa terseret arus banjir di kawasan Jalan Garuda, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Sabtu (11/4/2026). (Foto: Rico Syahputra)

PEKANBARU — Seorang pria bernama Hariyadi Garsidi (35) ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus banjir di kawasan Jalan Garuda, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Sabtu (11/4/2026).

Kapolsek Bukit Raya, Kompol Hendrix, mengatakan peristiwa itu bermula dari laporan masyarakat melalui call center 110 yang diterima sekitar pukul 01.30 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian langsung menuju lokasi kejadian bersama tim terkait, termasuk Basarnas.

“Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV, korban melintas menggunakan sepeda motor di kawasan Jalan Garuda, kemudian terseret arus yang sangat deras,” ujar Hendrix.

Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dari derasnya arus. Namun, kondisi air yang tinggi dan arus yang kuat membuat korban tidak mampu bertahan hingga akhirnya hanyut.

Tim gabungan dari kepolisian dan Basarnas langsung melakukan pencarian sejak dini hari. Namun hingga pagi hari, korban belum ditemukan.

Sekitar pukul 10.00 WIB, saat kondisi air mulai surut, tim menemukan sepeda motor milik korban di sekitar lokasi kejadian. Dari temuan tersebut, petugas kemudian mengidentifikasi korban sebagai karyawan PT Palpindo Teknik Pratama yang berdomisili tidak jauh dari tempat kejadian.

Pencarian terus dilanjutkan hingga akhirnya korban ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB di aliran sungai, dalam kondisi tersangkut di semak belukar. Saat ditemukan, korban diduga sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Korban ditemukan dalam radius sekitar 4,5 kilometer dari titik awal terseret. Proses pencarian berlangsung kurang lebih sembilan jam,” kata Hendrix.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan visum luar. Pihak kepolisian juga sempat berkoordinasi dengan keluarga terkait kemungkinan autopsi.

Namun, keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi. Setelah proses visum luar selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Atas kejadian tersebut, kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi banjir.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tetap waspada saat banjir, mengingat arus air bisa sangat berbahaya,” ujar Hendrix. (ric)