logo
Banjir Dahsyat Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Sedikitnya 97 Tewas dan 384 Wisat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Nyaris Stagnan di Rp17.725 per Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Ketua The F Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 549 Warga Pelalawan Terserang ISPA, Kabut Asap Karhutla Mulai Mengancam Kesehata Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jelang Aksi 27 Agustus: Polri Perketat Jalur Masuk Jakarta, Massa dari Sumatera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabut Asap Mulai Selimuti Rohil, Tiga Hotspot Terdeteksi, Pemerintah Diminta Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 37 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla di Riau, Polda: Semuanya Pelaku Pero Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puluhan Tahun Dinanti, Jalan Poros Kuba Rusak Parah, Warga Tagih Keseriusan Peme Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Gulung Sindikat Curanmor Lintas Provinsi: 6 Tersangka Ditangkap, 44 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / JAKARTA
Investigasi
Jajaran Bareskrim Polri dan perwakilan PLN menunjukkan kabel transmisi yang terputus dalam peristiwa "blackout" Sumatera di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Antara)
Investigasi "Blackout" Sumatera: Suara Ledakan di Tower SUTET dari Kabel Putus, Polri: Tak Ada Sabotase!
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: hukum | 25 Mei 2026 | 12:27:55

JAKARTA – Bareskrim Polri memastikan tidak menemukan unsur sabotase dalam peristiwa pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026). Dugaan sementara, gangguan dipicu putusnya kabel transmisi akibat faktor teknis dan cuaca ekstrem.

Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifuddin mengatakan, hasil investigasi awal menunjukkan kabel jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai di wilayah Jambi mengalami putus secara tiba-tiba.

“Tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut,” kata Nunung di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin.

iklan-view

Investigasi dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Dittipidter Bareskrim, Dittipidum Bareskrim, Puslabfor Polri, Ditreskrimsus Polda Jambi, dan PT PLN di sekitar tower 175 dan tower 176 di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, tim menemukan kabel transmisi dalam kondisi putus, sementara struktur tower masih berdiri kokoh dan tidak mengalami kerusakan signifikan.

Menurut Nunung, dugaan awal mengarah pada gangguan teknis yang dipicu cuaca buruk. Dugaan itu diperkuat oleh keterangan warga sekitar yang mendengar suara ledakan sesaat sebelum listrik padam.

“Warga mendengar bunyi ledakan sebelum terjadi pemadaman di sekitar tower transmisi,” ujarnya.

Polisi menduga suara ledakan tersebut berasal dari putusnya kabel transmisi bertegangan tinggi yang mengalami gangguan mendadak. Kondisi kabel yang ditemukan dalam bentuk serabut juga disebut menguatkan dugaan bahwa kerusakan terjadi secara alami, bukan akibat pemotongan sengaja.

“Kalau sabotase, biasanya bekas potongannya rapi. Ini bentuknya serabut dan tidak beraturan,” jelas Nunung.

Sebelum gangguan terjadi pada pukul 18.44 WIB, sistem kelistrikan Sumatera disebut masih dalam kondisi normal dan terintegrasi. Saat itu, aliran daya menuju Sumatera Barat melalui koridor transmisi Jambi berada pada kapasitas tinggi.

Akibat putusnya jalur transmisi tersebut, pasokan listrik dalam jumlah besar hilang secara mendadak dan memicu blackout pada sistem interkoneksi Sumatera.

Meski dugaan awal mengarah pada faktor teknis dan cuaca ekstrem, Bareskrim menegaskan penyelidikan masih terus berlangsung. Potongan kabel yang putus kini diperiksa di laboratorium forensik guna memastikan penyebab pasti kerusakan.

“Seluruh proses investigasi dilakukan secara profesional, transparan, dan ilmiah agar penyebab utama kejadian dapat dipastikan secara akuntabel,” tutup Nunung. (ntr)

Home / Hukum
Investigasi "Blackout" Sumatera: Suara Ledakan di Tower SUTET dari Kabel Putus, Polri: Tak Ada Sabotase!
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: hukum | 25 Mei 2026 | 12:27:55
Investigasi "Blackout" Sumatera: Suara Ledakan di Tower SUTET dari Kabel Putus, Polri: Tak Ada Sabotase!
Jajaran Bareskrim Polri dan perwakilan PLN menunjukkan kabel transmisi yang terputus dalam peristiwa "blackout" Sumatera di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Antara)

JAKARTA – Bareskrim Polri memastikan tidak menemukan unsur sabotase dalam peristiwa pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026). Dugaan sementara, gangguan dipicu putusnya kabel transmisi akibat faktor teknis dan cuaca ekstrem.

Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifuddin mengatakan, hasil investigasi awal menunjukkan kabel jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai di wilayah Jambi mengalami putus secara tiba-tiba.

“Tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut,” kata Nunung di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin.

Investigasi dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Dittipidter Bareskrim, Dittipidum Bareskrim, Puslabfor Polri, Ditreskrimsus Polda Jambi, dan PT PLN di sekitar tower 175 dan tower 176 di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, tim menemukan kabel transmisi dalam kondisi putus, sementara struktur tower masih berdiri kokoh dan tidak mengalami kerusakan signifikan.

Menurut Nunung, dugaan awal mengarah pada gangguan teknis yang dipicu cuaca buruk. Dugaan itu diperkuat oleh keterangan warga sekitar yang mendengar suara ledakan sesaat sebelum listrik padam.

“Warga mendengar bunyi ledakan sebelum terjadi pemadaman di sekitar tower transmisi,” ujarnya.

Polisi menduga suara ledakan tersebut berasal dari putusnya kabel transmisi bertegangan tinggi yang mengalami gangguan mendadak. Kondisi kabel yang ditemukan dalam bentuk serabut juga disebut menguatkan dugaan bahwa kerusakan terjadi secara alami, bukan akibat pemotongan sengaja.

“Kalau sabotase, biasanya bekas potongannya rapi. Ini bentuknya serabut dan tidak beraturan,” jelas Nunung.

Sebelum gangguan terjadi pada pukul 18.44 WIB, sistem kelistrikan Sumatera disebut masih dalam kondisi normal dan terintegrasi. Saat itu, aliran daya menuju Sumatera Barat melalui koridor transmisi Jambi berada pada kapasitas tinggi.

Akibat putusnya jalur transmisi tersebut, pasokan listrik dalam jumlah besar hilang secara mendadak dan memicu blackout pada sistem interkoneksi Sumatera.

Meski dugaan awal mengarah pada faktor teknis dan cuaca ekstrem, Bareskrim menegaskan penyelidikan masih terus berlangsung. Potongan kabel yang putus kini diperiksa di laboratorium forensik guna memastikan penyebab pasti kerusakan.

“Seluruh proses investigasi dilakukan secara profesional, transparan, dan ilmiah agar penyebab utama kejadian dapat dipastikan secara akuntabel,” tutup Nunung. (ntr)