logo
Banjir Dahsyat Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Sedikitnya 97 Tewas dan 384 Wisat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Nyaris Stagnan di Rp17.725 per Dolar AS, Pasar Menanti Sinyal Ketua The F Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 549 Warga Pelalawan Terserang ISPA, Kabut Asap Karhutla Mulai Mengancam Kesehata Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jelang Aksi 27 Agustus: Polri Perketat Jalur Masuk Jakarta, Massa dari Sumatera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabut Asap Mulai Selimuti Rohil, Tiga Hotspot Terdeteksi, Pemerintah Diminta Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 37 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla di Riau, Polda: Semuanya Pelaku Pero Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puluhan Tahun Dinanti, Jalan Poros Kuba Rusak Parah, Warga Tagih Keseriusan Peme Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Gulung Sindikat Curanmor Lintas Provinsi: 6 Tersangka Ditangkap, 44 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / PEKANBARU
Kampung Dalam Jadi Etalase Perang Melawan Narkoba, Wakili Pekanbaru di Penilaian Polda Riau
Kabag Bin Ops, AKBP Yohanes Maruli Tua Sagala meninjau Posko Kampung Tangguh Anti Narkoba Kampung Dalam, Kamis (25/6/2026). (Foto: Rico)
Kampung Dalam Jadi Etalase Perang Melawan Narkoba, Wakili Pekanbaru di Penilaian Polda Riau
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 25 Juni 2026 | 13:39:16

PEKANBARU – Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan, kini menjadi etalase perlawanan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Kota Pekanbaru. Kawasan yang ditunjuk sebagai Kampung Tangguh Anti Narkoba itu mewakili Pekanbaru dalam penilaian tingkat Provinsi Riau yang digelar Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau.

Tim Supervisi Ditresnarkoba Polda Riau yang dipimpin Kabag Bin Ops, AKBP Yohanes Maruli Tua Sagala, turun langsung meninjau Posko Kampung Tangguh Anti Narkoba Kampung Dalam, Kamis (25/6/2026).

Penilaian dilakukan untuk mengukur efektivitas program sekaligus melihat sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

iklan-view

Dalam kunjungannya, tim melakukan verifikasi data, meninjau fasilitas posko, mengevaluasi program kerja yang telah berjalan, serta berdialog dengan pengelola dan warga setempat.

AKBP Yohanes menegaskan, Kampung Tangguh Anti Narkoba bukan sekadar program seremonial atau ajang perlombaan. Lebih dari itu, program ini hadir sebagai wadah pembinaan dan pemulihan sosial bagi masyarakat yang pernah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

"Kampung Tangguh ini bukan untuk menyusahkan masyarakat. Justru untuk menampung, membimbing, dan mengarahkan mereka yang pernah terpapar narkoba agar dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih baik," ujarnya.

Ia juga mengajak insan pers untuk berperan aktif menyebarluaskan pesan-pesan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan narkoba sejak dini.

Menurut Yohanes, kompetisi Kampung Tangguh Anti Narkoba diharapkan mampu melahirkan kampung-kampung percontohan yang memiliki keberhasilan nyata dalam membangun ketahanan sosial dan menekan angka penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.

Seluruh Polres di wilayah hukum Polda Riau saat ini mengikuti proses penilaian tersebut. Kampung terbaik nantinya akan mewakili Provinsi Riau pada penilaian tingkat nasional yang diselenggarakan Bareskrim Polri.

"Seluruh Polres ikut dalam penilaian ini. Setelah selesai di tingkat provinsi, hasilnya akan kami kirim ke Bareskrim untuk penilaian nasional," jelasnya.

Tim penilai juga mencatat kuatnya kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen warga dalam mendukung keberlangsungan program.

Kampung Dalam dinilai menunjukkan komitmen yang kuat melalui partisipasi aktif masyarakat dalam menjalankan program P4GN. Sinergi tersebut menjadi modal penting untuk menjadikan kawasan ini tidak hanya sebagai simbol perlawanan terhadap narkoba, tetapi juga sebagai pusat pembinaan masyarakat yang tangguh, produktif, dan bebas dari ancaman narkotika. (ric)

Home / Hukum
Kampung Dalam Jadi Etalase Perang Melawan Narkoba, Wakili Pekanbaru di Penilaian Polda Riau
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 25 Juni 2026 | 13:39:16
Kampung Dalam Jadi Etalase Perang Melawan Narkoba, Wakili Pekanbaru di Penilaian Polda Riau
Kabag Bin Ops, AKBP Yohanes Maruli Tua Sagala meninjau Posko Kampung Tangguh Anti Narkoba Kampung Dalam, Kamis (25/6/2026). (Foto: Rico)

PEKANBARU – Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan, kini menjadi etalase perlawanan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Kota Pekanbaru. Kawasan yang ditunjuk sebagai Kampung Tangguh Anti Narkoba itu mewakili Pekanbaru dalam penilaian tingkat Provinsi Riau yang digelar Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau.

Tim Supervisi Ditresnarkoba Polda Riau yang dipimpin Kabag Bin Ops, AKBP Yohanes Maruli Tua Sagala, turun langsung meninjau Posko Kampung Tangguh Anti Narkoba Kampung Dalam, Kamis (25/6/2026).

Penilaian dilakukan untuk mengukur efektivitas program sekaligus melihat sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

Dalam kunjungannya, tim melakukan verifikasi data, meninjau fasilitas posko, mengevaluasi program kerja yang telah berjalan, serta berdialog dengan pengelola dan warga setempat.

AKBP Yohanes menegaskan, Kampung Tangguh Anti Narkoba bukan sekadar program seremonial atau ajang perlombaan. Lebih dari itu, program ini hadir sebagai wadah pembinaan dan pemulihan sosial bagi masyarakat yang pernah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

"Kampung Tangguh ini bukan untuk menyusahkan masyarakat. Justru untuk menampung, membimbing, dan mengarahkan mereka yang pernah terpapar narkoba agar dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih baik," ujarnya.

Ia juga mengajak insan pers untuk berperan aktif menyebarluaskan pesan-pesan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan narkoba sejak dini.

Menurut Yohanes, kompetisi Kampung Tangguh Anti Narkoba diharapkan mampu melahirkan kampung-kampung percontohan yang memiliki keberhasilan nyata dalam membangun ketahanan sosial dan menekan angka penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.

Seluruh Polres di wilayah hukum Polda Riau saat ini mengikuti proses penilaian tersebut. Kampung terbaik nantinya akan mewakili Provinsi Riau pada penilaian tingkat nasional yang diselenggarakan Bareskrim Polri.

"Seluruh Polres ikut dalam penilaian ini. Setelah selesai di tingkat provinsi, hasilnya akan kami kirim ke Bareskrim untuk penilaian nasional," jelasnya.

Tim penilai juga mencatat kuatnya kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen warga dalam mendukung keberlangsungan program.

Kampung Dalam dinilai menunjukkan komitmen yang kuat melalui partisipasi aktif masyarakat dalam menjalankan program P4GN. Sinergi tersebut menjadi modal penting untuk menjadikan kawasan ini tidak hanya sebagai simbol perlawanan terhadap narkoba, tetapi juga sebagai pusat pembinaan masyarakat yang tangguh, produktif, dan bebas dari ancaman narkotika. (ric)